Hukum Administrasi Negara, Jual Beli dan Pembebasan Tanah

Toko buku hukum online ini menawarkan produk buku-buku hukum terbitan Tatanusa. Apabila kurang jelas, silahkan hubungi kami ke: (021) 743 4810; 742-8765 atau SMS 0816 135 6892

Kategori: Buku Referensi


Hukum Administrasi Negara, Jual Beli dan Pembebasan Tanah
 

GUNANEGARA

Hukum Administrasi Negara, Jual Beli dan Pembebasan Tanah : Sejarah Pembentukan Hukum Pengadaan Tanah Indonesia,
Jakarta: Tatanusa, 2016, xiv + 366 hlm; 21 cm [ ISBN 979-0000-00-0 ]

 

SUDAH TERBIT  !

Daftar Isi

HALAMAN JUDUL....................................................................... i

PENGANTAR .............................................................................. iii

DAFTAR ISI ................................................................................. vii

DAFTAR DAN MAKSUD SINGKATAN........................................ ix

BAB I PENDAHULUAN.......................................................... 1

BAB II LEGAL ISSUES PENGADAAN TANAH DI

INDONESIA................................................................. 13

A. KENDALA DAN HAMBATAN................................. 13

1. Persoalan Besaran Nilai Ganti Kerugian .......... 13

2. Persoalan Penolakan Masyarakat.................... 15

3. Persoalan Dasar Hukum.................................. 17

4. Persoalan Efektifitas Konsinyasi Uang Ganti

Kerugian di Pengadilan..................................... 18

5. Persoalan Administrasi Pertanahan ................. 20

6. Persoalan Administratif Land Freezing............. 22

7. Persoalan Lembaga Penilai Harga Tanah........ 23

B. REKOMENDASI PENYELESAIAN ATAS

PERSOALAN PRAKTIK PENGADAAN TANAH... 24

1. Solusi atas Besaran Nilai Ganti Kerugian......... 24

2. Solusi atas Penolakan Masyarakat................... 25

3. Solusi atas Administrasi Pertanahan................ 25

4. Soluasi atas Lembaga Penilai Harga Tanah .... 25

5. Solusi atas Pencadangan Tanah...................... 26

6. Solusi atas Kepastian waktu dalam

Pengadaan Tanah............................................. 27

HUKUM ADMINISTRASI, JUAL BELI dan PEMBEBASAN TANAH

BAB III PROBLEMATIKA PENGADAAN TANAH:

DIANTARA TEORIS DENGAN PRAKTISI .................. 29

A. GAGASAN PARA TEORIS-AKADEMISI............... 29

1. Pembelajaran dari Kesuksesan dalam Praktik.. 31

2. Perkembangan Pemikiran................................. 37

B. HASIL KAJIAN KELOMPOK KERJA

PENGADAAN TANAH UNTUK PEMBANGUNAN 40

1. Alokasi Ketersediaan Tanah untuk

Pembangunan................................................... 40

2. Kebijakan Pembekuan Administrasi

Pertanahan [land freezing policy] ...................... 41

3. Pembiayaan Panitia Pengadaan Tanah [P2T].. 42

4. Identifikasi dan Inventarisasi Tanah.................. 44

5. Alokasi Dana Ganti Kerugian............................ 45

6. Besaran Ganti Kerugian.................................... 46

7. Penitipan Ganti Kerugian di Pengadilan Negeri 51

8. Penilai Independen dan Surveyor..................... 52

9. Administrasi Pertanahan................................... 53

10. Pemegang Hak Atas Tanah............................... 54

11. Musyawarah...................................................... 55

12. Relokasi............................................................. 56

13. Penggunaan Undang-Undang Pencabutan

Hak Atas Tanah................................................. 56

14. Alur Pikir Penyediaan Tanah untuk

Pembangunan................................................... 57

BAB IV PERBANDINGAN HUKUM: PENGADAAN TANAH

INDONESIA DAN DI NEGARA LAIN........................... 59

A. Pokok-Pokok Ketentuan dalam Undang-Undang

Pengadaan Tanah Malaysia.................................... 59

B. Pokok-Pokok Ketentuan dalam Undang-Undang

Pengadaan Tanah Singapore.................................. 63

C. Pokok-Pokok Ketentuan dalam Undang-Undang

Pengadaan Tanah Jepang ...................................... 66

Daftar Isi

D. Pokok-Pokok Ketentuan dalam Undang-Undang

Pengadaan Tanah Australia..................................... 67

BAB V PARADIGMA BARU HUKUM PENGADAAN TANAH. 71

A. MASALAH POKOK PENGADAAN TANAH........... 71

1. Kerumitan Hukum Terkait................................. 71

2. Musyawarah ..................................................... 72

3. Problematika Nilai Tanah.................................. 73

4. Kelembagaan Panitia Pengadaan Tanah......... 73

5. Konsinyasi Ganti Kerugian ............................... 74

B. PARADIGMA BARU UNTUK PENGADAAN

TANAH................................................................... 74

1. Pelembagaan Konsultasi Publik....................... 74

2. Penguatan Peran Lembaga Peradilan ............. 77

3. Penguatan Lembaga Penilai Tanah................. 77

4. Pelaksana Pengadaan Tanah.......................... 78

5. Pembiayaan Pengadaan Tanah....................... 80

BAB VI POKOK-POKOK PENGADAAN TANAH..................... 83

A. SISTEMATIKA......................................................... 84

B. POKOK-POKOK MATERI MUATAN DAN

LANDASAN KONSEPSIONAL................................ 84

C. DRAF KONSEP RUU PENGADAAN TANAH......... 99

BAB VII RASIONALISASI HUKUM PENGADAAN TANAH DI

INDONESIA.................................................................. 131

A. PENDAHULUAN................................................... 131

B. PENGADAAN TANAH OLEH PEMERINTAH....... 138

1. Pengadaan Tanah diantara Hak Negara Vs

Hak Rakyat ....................................................... 144

2. Pengadaan Tanah diantara Hukum Perdata

Vs Hukum Administrasi..................................... 151

2.1. Instrumen Hukum Perdata untuk

Pengadaan Tanah...................................... 153

HUKUM ADMINISTRASI, JUAL BELI dan PEMBEBASAN TANAH

2.1.1. Pemerintah adalah Subyek Hukum... 154

2.1.2. Jual Beli Tanah Versi Hukum

Perdata.............................................. 161

2.1.3. Jual Beli Tanah Versi Undang-

Undang Pengadaan Tanah............... 193

2.2. Instrumen Hukum Administrasi untuk

Pengadaan Tanah ...................................... 233

2.2.1. Ketentuan di UU Pengadaan Tanah

bersifat memaksa [dwingendrecht/

coercive order]................................... 234

2.2.2. UU Pengadaan Tanah menjadi lex

imperator pengadaan tanah di

Indonesia. .......................................... 244

2.2.3. Aktor Pengadaan Tanah hanya

Instansi yang dibolehkan ................... 247

2.2.4. Legalitas instansi pemerintah

melaksanakan pengadaan tanah

dengan jual beli.................................. 251

2.2.5. Ganti Kerugian tidak hanya bagi

pemegang [sertipikat] hak atas

Tanah ................................................ 260

2.2.6. UU Pengadaan Tanah hanya bisa

dipergunakan jika ada perencanaan.. 281

2.2.7. Pelimpahan wewenang pelaksana

pengadaan tanah............................... 289

2.2.8. Penjual Tanah: Pemegang Hak atau

Pihak Yang Berhak............................ 302

2.2.9. Perlindungan Hukum untuk Rakyat

Terdampak Pengadaan Tanah.......... 306

2.2.10.Pengadaan Tanah Barang [aset]

Milik Negara/Daerah ........................ 328

2.2.11.Penitipan Pemberian Ganti

Kerugian [Konsinyasi] ...................... 336

C. JUDICIAL REVIEW UNDANG-UNDANG

PENGADAAN TANAH OLEH MAHKAMAH

KONSTITUSI......................................................... 346

DAFTAR BACAAN...................................................................... 357 

Beli Produk Ini Harga Rp. 80.000,-
Stok:   1 item

Rekomendasi Produk

10%
Rp. 35.000,-
Rp. 31.500,-
10%
Rp. 90.000,-
Rp. 81.000,-
Keranjang Belanja
0 item produk
Total: Rp. 0
Kategori Produk
Cek Pengiriman Barang
Layanan Pelanggan
    Support
    Support
    Owner
Bank Pembayaran
CIMB Niaga No. Rek : 0170109513006
an. PT Tatanusa

Testimoni Pelanggan
tulis testimoni
Link Terkait