Bercermin Dilayar

Toko buku hukum online ini menawarkan produk buku-buku hukum terbitan Tatanusa. Apabila kurang jelas, silahkan hubungi kami ke: (021) 743 4810; 742-8765 atau SMS 0816 135 6892

Kategori: Seni & Budaya


Bercermin Dilayar
 

HADIWIJOYO, Rohmad
Bercermin di layar: realita antar cerita (kumpulan tulisan jilid 1) / oleh Rohmad Hadiwijoyo, Sambutan oleh Inria Zulfikar, Prolog oleh Ono Sarwono, Indria Samego, dan Gregory Churchill.-- Jakarta: Tatanusa, 2011
xxii + 214 hal ; 24 cm.

ISBN 978-979-3999-69-2 (jilid 1)

 

DAFTAR ISI

Prakata Penulis

Sambutan oleh Inria Zulfikar

Prolog :

Cara Cerdas Nguri-Uri Wayang               oleh Ono Sarwono

Dalang Gaul dengan Sebakul-Cerita       oleh Indria Samego

Pedalangan di Era Keterbukaan             oleh Gregory Churchill

1.  Bale Segala-gala di Langit Kuningan

2.  Kapi Joyo Anggodo Mbalelo

     Cerita pewayangan banyak memberikan teladan kepada kita bahwa sebuah kebijaksanaan ditempuh dengan harus melihat kepentingan yang lebih besar

3.  Baratayuda di Kuru Century

      Gonjang-ganjing kasus Bank Century bagaikan memutar riwayat hidup pewayangan. Harus diselesaikan dengan bijak lewat mekanisme hukum. Sapa sing salah bakal seleh. Itulah kehebatan people’s power-nya Prabu Kresna, mampu menghancurleburkan sendi-sendi kehidupan Kerajaan Hastina

4.  Berburu Jabatan

     Jabatan adalah rezeki. Maka itu, adalah hal yang wajar dan sudah sepatutnya jabatan dikejar dan diupayakan sebagai bagian dari ikhtiar kemanusiaan kita

5.  Amenangi Zaman Edan

     Kapan dan dimana pun kita hidup, kita akan begja (bahagia) jika bisa senantiasa eling lan waspada

6.  Wanamarta danFutureCitydi Kopenhagen

     Konsep tata kota masa depan pada umumnya tidak berbeda dengan konsep jin Yudistira dari Wanamarta dalam dunia pewayangan. Ramah lingkungan dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alami

7.  Berkoalisi dengan Nurani

     Di atas kertas, dihitung dengan cara apa pun, Wirata pasti akan kalah

8.  Gus Dur (Semar) Mbangun Kahyangan

     Tidak gampang memahami isi dan pemikiran Semar. Begitu pula dengan Gus Dur, yang memiliki kemiripan watak dengan Semar

9.  Sampyuh

     Mereka yang sedang berkuasa harus menjalankan kekuasaan tanpa iringan dendam, memperlakukan orang lain secara semestinya kendati bukan lagi orang penting

10.        Pemakzulan Prabu Matswapati

     Huru-hara politik di Kerajaan Wirata dimulai dari dendam para elite di lingkungan mereka sendiri

11.        Seratus Hari

 Jangan sampai dalam 100 hari yang terucap adalah tekad menyejahtera-kan wong cilik, tetapi perbuatannya justru menyakiti hati rakyat kecil

12. Berkaca kepada Salya

 Salya tidak pernah secara tegas merumuskan kemauannya. Dia tidak pernah berbicara dengan bahasa terang benderang kepada mitra-mitra koalisinya

13. Supersemar Pandu Dewanata

     Akibatnya sungguh fatal, communication gap yang coba dijembatani… justru uncontrolable karena dia salah memilih orang

14. Kebo Sura dan Konflik Subali – Sugriwa

     Resi Gotama mengutuk Subali karena sudah takabur mengaku berdarah putih dan akan tewas oleh satria titisan Batara Wisnu

15. Oposisi pun adalah Mulia

      Dalam epos Mahabarata, pertemuan Kunti dan Karna tercatat sebagai episode paling mengharukan

16. Apa kata Durga

     Narada tertegun. Dia tak menyangka junjungannya sudah begitu jauh berada dalam kendali makelar kasus

17. Lakon Tiga Kesatria

     Hakikat perang sebagai alat untuk melenyapkan ketidakadilan dan kezaliman tidak akan tercapai

18. UN di Padepokan Sukalima

      Kemauan belajar secara mandiri dan memiliki budaya belajar yang baik akan menghasilkan kepintaran atau keahlian seperti Bambang Radea yang tidak lain adalah Adipati Karna

19. Lakon Tiga Kesatria 2

     Kita menggantungkan harapan besar di Bandung, karena apa yang dihasilkan disanaakan turut mewarnai masa depan bangsa

20. Supata Dewi Amba

     Kematiannya memang tidak serta-merta mengakhiri perang, tetapi menjadi resolusi konflik yang efektif untuk tegaknya kebenaran dan keadilan

21. Sinta Tundung keWashington

     Kesetiaan kepada pimpinan harus dibayar mahal meskipun tidak selamanya kebijaksanaannya itu patut dan tidak arif

22. SBY dan Anas untukIndonesia

23. Wahyu Makutarama untuk Siapa?

     Untuk bisa mempuni memegang tampuk pemimpin negeri, seorang raja harus belajar dari kearifan alam semesta 

24. Dana Aspirasi Prabu Baka

     Dia berdalih itu harus dilakukan sebagai prasyarat legitimasi untuk memimpin dan mengupayakan kesejahteraan rakyat

25. Balada Coach Kumbayana

      Di balik sepak-menyepak bola karet itu, terkandung filosofi tentang kerja sama tim, kepemimpinan, disiplin, loyalitas, dan strategi perang

26. Ambek Paramarta

     Satu sisi paling menonjol dari kepemimpinan Yudistira adalah ambek paramarta, tahu dan bisa menentukan prioritas, dan tahu serta bisa merumuskan langkah untuk mewujudkannya

27. Hastina Merdeka

      Memang, seorang penguasa tidak boleh terobsesi pada kedudukan, kenikmatan, dan kenyamanan duniawi

28. Kresnadipayana Madhek Pandita

      Drestarastra adalah sosok sakti, tapi lemah di hadapan anak-anaknya

29. September Kelabu di Mandura

     Kegagalan raja Basudewa mengontrol kekuatan di sekitarnya telah menggelincirkan negara pada bencana

30. Rama Out of The Box

     Kuncinya adalah isi yang jelas dan perencanaan yang matang. Tidak kalah penting, semua tidak bisa terwujud secara instan

31. Senapati Timur Purbaya

     Adakalanya seorang pemimpin dihadapkan pada situasi pelik. Dia harus memilih dan mengambil keputusan

32. Wisata Punggawa Hastina

 Jika Rakyat sudah menjatuhkan hukuman, tak ada yang bisa dipetik kecuali kekalahan dan kehancuran 

33. Aji Mumpung Raden KS

     Mau ikut edan tidak sampai hati, tetapi tidak mengikuti gerak zaman alias tidak ikut-ikutan edan, tidak akan mendapat apa-apa

34. Adu Domba Dua Raja

     Kita butuh saluran komunikasi yang sehat dan jernih, yang tidak terpengaruh oleh hiruk-pikuk isi dan wacana 

Artikel Liputan Pementasan Wayang

Daftar Artikel

Indeks

Biografi Penulis

 

Testimoni
“Karya Ki Rohmad ini sangat istimewa; banyak bersumber dari kearifan lokal jawa, tegasnya jagad pewayangan, yang kemudian direfleksikan dan di kontekstualisasikan dengan realitas masa kini. Refleksi ini menawarkan banyak nilai kebijakan untuk memahami dan meresponi tantangan hari ini dan ke depan. Dengan begitu, Ki Rohmad membuktikan kekayaan warisan kearifan lokal bangsa yang dapat memandu bangsa menuju masa depan lebih baik. Karya ini tak ragu lagi merupakan kontribusi penting bagi apresiasi lebih baik kepada kekayaan tradisi lokal untuk negara-bangsa Indonesia”

Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, Direktur Sekolah Pascasarjana
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

 

Beli Produk Ini Harga    Rp. 60.000
diskon 10% - Rp. 54.000,-
Stok:   10 item

Rekomendasi Produk

10%
Rp. 100.000,-
Rp. 90.000,-

  Rp. 160.000,-
10%
Rp. 1.350.000,-
Rp. 1.215.000,-
Keranjang Belanja
0 item produk
Total: Rp. 0
Kategori Produk
Cek Pengiriman Barang
Layanan Pelanggan
    Support
    Support
    Owner
Bank Pembayaran
CIMB Niaga No. Rek : 0170109513006
an. PT Tatanusa

Testimoni Pelanggan
tulis testimoni
Link Terkait